Arema Jadi Tim dengan Rekor Terburuk di Piala Presiden 2025
Arema gagal melaju ke Babak Final Piala Presiden 2025 usai menjadi juru kunci di Grup A. Bukan saja gagal lolos, Arema mengakhiri Babak Grup sebagai tim terburuk, meski berstatus sebagai Juara Bertahan.
Performa Arema yang Mengecewakan
Arema mengakhiri Piala Presiden 2025 dengan catatan yang menyedihkan, tidak hanya gagal melaju ke Babak Final, tetapi juga menjadi kontestan dengan performa terburuk di Babak Grup. Klub berjuluk Singo Edan ini hanya mampu meraih satu poin dari dua pertandingan yang mereka jalani.
Mereka bermain imbang 2-2 melawan Liga 1 All-Stars di laga pembuka, lalu mengalami kekalahan telak 0-4 saat menghadapi Oxford United. Secara keseluruhan, Arema hanya berhasil mencetak dua gol dan kebobolan enam kali, menghasilkan selisih gol -4, yang merupakan selisih gol terburuk di antara semua tim peserta.
Meskipun poin yang dikumpulkan Arema setara dengan tiga tim lain seperti Liga 1 All-Stars, Dewa United, dan Persib (sama-sama satu poin), Arema kalah dalam selisih gol. Sebagai perbandingan, Persib Bandung memiliki selisih gol -2, Liga 1 All-Stars -3, dan Dewa United hanya -1.
Tamparan Keras bagi Juara Bertahan
Status Arema sebagai Juara Bertahan di turnamen Piala Presiden 2025 tidak terefleksikan di turnamen kali ini karena Arema finis sebagai tim terburuk di gelaran Piala Presiden 2025. Kegagalan ini merupakan tamparan keras bagi klub asal Malang tersebut, terutama mengingat reputasi mereka sebagai tim tersukses sepanjang sejarah Piala Presiden dengan empat kali menjadi Juara.
Padahal, pada edisi sebelumnya, mereka tampil heroik hingga Babak Final, bahkan kiper mereka, Lucas Frigeri, menjadi penentu kemenangan di babak adu penalti. Musim lalu, Arema hanya finis di posisi ke-10 klasemen akhir BRI Liga 1 dengan 47 poin dari 34 pertandingan, menunjukkan bahwa konsistensi masih menjadi pekerjaan rumah.
Evaluasi Menyeluruh dan Masa Depan Arema
Catatan buruk di Piala Presiden 2025 ini tentu menjadi pekerjaan rumah besar bagi Arema. Sebagai tim yang pernah mendominasi turnamen pra-musim ini, posisi juru kunci jelas menunjukkan banyak hal yang harus diperbaiki ke depan, terutama dalam hal konsistensi permainan dan kekompakan antar lini.
Tim pelatih dan manajemen akan menghadapi evaluasi serius setelah hasil yang mengecewakan ini. Meskipun performa tim secara keseluruhan menurun, beberapa pemain menunjukkan potensi, seperti Paulinho Moccelin, yang tampil impresif dengan dua asis pada laga pembuka dan dinobatkan sebagai pemain terbaik di laga tersebut.
Apakah Arema bisa bangkit kembali jelang BRI Super League 2025-2026? Untuk update terkini, analisis pertandingan, dan konten eksklusif lainnya seputar Piala Presiden 2025, ikuti terus hanya di Piala Presiden Update!